Entri yang Diunggulkan

Guruku bukan panutanku

Image
Senin 25 februari 2019 Jam 13:50 wib Sebelumnya Saya sengaja tidak menuliskan cerita ini ke Wattpad karena saya lebih suka menuliskan cerita pribadi saya lewat bllog, Ok lanjut..... Saya adalah anak ke 6 dari 5 sodara. orang bilang saya ini adalah lelaki yang nakal, yang suka melawan guru. Sebenarnya saya tidak suka dengan guru yang mendidik dengan cara keras,  apalagi sampai berbicara yang tidak pantas untuk di ucapkan seorang guru kepada murid. Kenapa? Hey brow kita sesama manusia bukan nabi.  Mau guru, kades, lurah camat, presiden sekalipun semasih manusia dan bukan nabi tidak perlu di takuti tapi manusia hanya perlu saling "menghargai".  _Oke kembali kecerita_ Cerita lama waktu SD kelas 4 membuat pola pikir saya berubah. Bagaimana tidak ketika SD kelas 4 waktu itu saya selalu di ejek dan bangku saya di coret coret oleh teman wanita yang saat itu adalah musuh di kelas saya, semua anak anak hanya terdiam mendengar ejekan yg di ucapkan oleh teman wanita yang

Pembahasan komunis bagian III


Komunisme diartikan sebagai paham atau ideologi (dalam bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels, yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol negara. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Dengan kata lain, komunisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (seperti tanah, tenaga kerja, modal) yang bertujuan untuk mencapai masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua orang sama. Komunis artinya orang yang menganut ideologi komunisme. Sisi lain, komunisme merupakan ideologi yang mendasarkan segala sesuatu pada materi, mengingkari keberadaan Allah l dan tiap perkara yang bersifat gaib. Karena bersandar kepada prinsip materialisme, komunisme tidak menerima kepercayaan mitos, takhayul, dan agama. Bahkan, agama dianggap sebagai candu yang membuat orang berangan-angan dan tidak rasional. Dengan demikian, komunisme adalah ideologi antiagama. Komunisme adalah ideologi yang tidak mengakui adanya Allah l (ateisme) dan hal-hal yang bersifat gaib karena dianggap sebagai mitos dan takhayul. Prinsip dasar itulah yang ditanamkan oleh Karl Marx dalam membangun ideologi komunismenya. Ulama menyebutkan, termasuk bentuk keyakinan yang kufur, bertentangan dengan akidah yang benar, menyelisihi syariat yang dibawa oleh para rasul r, ialah keyakinan menyimpang (ateis) kalangan pengikut Marx, Lenin, serta para penyeru ateisme dan kekafiran. Ideologi mereka bisa bernama sosialisme, komunisme, pengikut ajaran ba’tsi, atau lainnya. Mereka memiliki prinsip ideologi ateisme yang menyatakan tidak ada ilah (tuhan) dan kehidupan adalah sesuatu yang bersifat materi. Mereka memiliki prinsip ideologi yang mengingkari kehidupan akhirat, surga, dan neraka. Beliau menyatakan pula bahwa ajaran ba’tsi, komunisme, dan seluruh ideologi yang sejenis, menjadikan para penganutnya kafir. Mereka lebih kafir dari Yahudi dan Nasrani. Sebab, makanan dan sembelihan Yahudi dan Nasrani masih diperkenankan untuk seorang muslim. Demikian pula para wanita mereka (Yahudi dan Nasrani) masih diperkenankan dinikahi. Setiap ateis (orang yang tak meyakini keberadaan Allah l) tidak memercayai Islam, itu lebih jelek dari Yahudi dan Nasrani. Beriman Kepada Allah Meliputi Iman Kepada Wujud Allah l Beriman kepada Allah l meliputi keimanan terhadap wujud (keberadaan) Allah l . Keberadaan Allah l bisa ditunjukkan secara fitrah, akal, syariat, dan fisik. Beriman kepada wujud Allah l adalah sesuatu yang diakui fitrah manusia. Allah l berfirman yang artinya, “Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” (an-naml: 14) Demikian pula di dalam hadits dijelaskan tentang prinsip keimanan. (HR. muslim no. 93) Itulah keyakinan seorang muslim. Keyakinan yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan seorang komunis. Sungguh lemah dasar pijak materialisme yang dianut oleh kaum komunis. Mereka bergantung pada sesuatu yang fana, mudah hancur, dan sirna. Mereka menjadikan materi sebagai pijakan keyakinannya.Sungguh, apa yang dijajakan oleh Karl Marx, Vladimir Lenin (tokoh komunis Uni Soviet), atau Mao Tse-Tung (tokoh komunis Tiongkok) adalah kekafiran yang akan menghancurkan peradaban manusia. Ideologi yang menghalalkan segala cara. Ideologi yang mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya untuk meraih kekuasaan. Pertentangan Kelas adalah Adu Domba Pertentangan kelas menjadi doktrin kuat yang dianut oleh para kader Marxisme. Karena prinsip ideologi komunis semacam itu, para petani, buruh, nelayan, dan kaum miskin menjadi ladang garap utamanya. Komunis Uni Soviet membangun olehKarlMarx, Vladimir Lenin(tokoh komunis Uni Soviet), atau Mao Tse-Tung (tokohkomunis Tiongkok) adalah kekafiran yang akan menghancurkan peradaban manusia. Rasulullah ِbersabda “Keimanan adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan takdir yang baik dan buruknya.” kekuatan partai di lingkungan para pekerja (buruh). Adapun komunis Cina membangun garda pertahanan partainya di wilayah berbasis petani. Kalangan fakir, miskin, orang-orang lemah, orang orang tertindas, menjadi lahan subur bagi tumbuhnya komunisme. Di Indonesia tak jauh berbeda.
 Sejarah perkembangan Partai Komunis Indonesia (PKI) tak bisa dipisahkan dari kaum proletar (rakyat jelata, seperti kaum buruh, petani, dan nelayan). Dalam keorganisasian pun, PKI memiliki organisasi sayap, seperti Barisan Tani Indonesia (BTI), Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), dan organisasi berbasis massa lainnya. Melalui organisasi sayap petani, BTI, PKI melakukan aksi pertentangan kelas. Dengan dalih membela para petani miskin, PKI menuntut dilaksanakannya Undang-Undang Perjanjian Bagi Hasil Tanah Pertanian (UU No. 2/1960) dan Undang-Undang Pokok Agraria (UU No. 5/1960). Sejalan dengan propaganda yang dicanangkan, dalam rangka mempertajam pertentangan kelas sesuai dengan doktrin Marxisme-Leninisme, PKI mengampanyekan pula sikap anti “Tujuh Setan Desa”. Adapun yang dimaksud sebutan “Tujuh Setan Desa” adalah tuan tanah, lintah darat, tengkulak, tukang ijon, kapitalis birokrat, bandit desa, dan pemungut/pengumpul zakat. Perhatikanlah, pengumpul zakat yang secara syariat menjadi penghubung antara si kaya dan si miskin, mereka sebut sebagai 'setan'. Jadi, ketika ada orang memperjuangkan kaum miskin dan yang tidak memiliki harta, tetapi tidak sesuai dengan ideologi komunisme, mendapatkan julukan jelek agar masyarakat memusuhinya. Pada 26 Maret 1964, BTI Jawa Tengah melakukan aksi di Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari. BTI memprovokasi para petani sehingga terjadi konflik. Atas hasutan BTI, massa anggota BTI melakukan tindak kekerasan terhadap tuan tanah di desa tersebut. Melalui BTI, PKI menumbuhkan saling membenci di antara komponen masyarakat. Bahkan, penganiayaan secara fisik pun terjadi. Masyarakat diadu domba. Doktrin pertentangan kelas menjadi andalan kaum komunis untuk membenturkan antaranak bangsa. Tanggal 15—16 Oktober 1964 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, aksi masa BTI pun tak kalah sadis. Tujuh anggota petugas perkebunan milik negara dianiaya oleh massa komunis dari BTI. Sekali lagi, kampanye PKI untuk melakukan aksi pertentangan kelas terus digalakkan saat itu. Akhirnya, berbagai kasus konflik di tengah masyarakat bermunculan, seperti di Kediri (Jawa Timur), Simalungun (Sumatra Utara), dan tempat lainnya. (Lihat Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia Latar Belakang, Aksi, dan Penumpasannya, Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, 1994) Demikianlah orang-orang komunis. Melalui organisasi tani BTI, mereka menghasut anggota dan simpatisannya untuk bertindak onar tanpa kendali. Mereka hendak memaksa pemilik tanah untuk menyerahkan tanahnya dengan dalih melaksanakan undang-undang. Akibat tindakan mereka terjadilah konflik di berbagai daerah. PKI menghalalkan segala cara untuk meraih tujuannya. Termasuk menggunakan cara adu domba, yang mereka sebut dengan “pertentangan kelas”. Pertentangan antara kelas borjuis (pemilik tanah) dan kaum proletar (rakyat jelata, buruh tani miskin). Padahal Rasulullah n bersabda, ٌ “Tidak akan masuk surga, orang yang suka mengadu domba.” (HR. al-Bukhari dan muslim dari Hudzaifah  )



Comments

Popular posts from this blog

Cara menonaktifkan dan mengaktifkan one-handed mode/ mode operasi satu tangan.

jalan tidak layak di 9 desa kecamatan patia kabupaten Pandeglang banten

Perbedaan antara lurah dan kepala desa/kades